Seandainya angin malam yang berhembus akan melukai bathin ini,
Aku siap,
Meski belum sembuh rasa sakit yang kau goreskan.
Jangan kau mengira raga ini tak menderita dan tersiksa,
Hanya karena aku menangis ditengah gerimis saja,
Hingga tiada yang tau basah pipiku karena air mata.
Aku menjerit seiring petir,
Hingga tiada yg mendengar saat jiwa ku meronta,
Sampai saat ini aku masih tidak mau berlaku hianat,
Terhadap cinta kita,
Karena aku sendiri belum ingin membenci mu.
Walau akan kau sayatkan seribu luka lagi dan lagi...
Biarlah air mata ini menjadi layaranmu,
Asal kau berlabuh di semenanjung bahagia,
Semoga tidak ada lagi hati yang tersakiti...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar