Sungguh...
Mata itu kini terbuka,
Melihat nyata yang berkata,
Tentang batas-batas praduga,
Tentang batas-batas praduga,
Lalu...
Kalimat itu menyapa lirih,
Coba ingatkan pandir berdalih,
Seakan cemo'oh bangga berpamrih,
Kini...
Tinggi gunung dapat terlihat,
Biru mega ingin terjabat,
Jika sahabat suka bermaklumat,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar